KELUARGA, INDIVIDU, DAN MASYARAKAT
Definisi
1.
Keluarga
Menurut
psikologi, keluarga bisa diartikan sebagai dua orang yang berjanji hidup
bersama yang memiliki komitmen atas dasar cinta, menjalankan tugas dan fungsi
yang saling terkait karena sebuah ikatan batin, atau hubungan perkawinan yang
kemudian melahirkan ikatan sedarah, terdapat pula nilai kesepahaman, watak,
kepribadian yang satu sama lain saling memengaruhi walaupun terdapat keragaman
ketentuan norma, adat, nilai yang di yakini dalam membatasi keluarga dan bukan
keluarga.
Fitzpatrick (2004), memberikan
pengertian keluarga dengan cara meninjaunya berdasarkan tiga sudut pandang yang
berbeda, yaitu :
- Pengertian Keluarga secara Struktural: Keluarga didefenisikan berdasarkan kehadiran atau ketidakhadiran anggota dari keluarga, seperti orang tua, anak, dan kerabat lainnya. Defenisi ini memfokuskan pada siapa saja yang menjadi bagian dari sebuah keluarga. Dari perspektif ini didapatkan pengertian tentang keluarga sebaga asal-usul (families of origin), keluarga sebagai wahana melahirkan keturunan (families of procreation), dan keluarga batih (extended family).
- Pengertian Keluarga secara Fungsional: Defenisi ini memfokuskan pada tugas-tugas yang dilakukan oleh keluarga, Keluarga didefenisikan dengan penekanan pada terpenuhinya tugas-tugas dan fungsi-fungsi psikososial. Fungsi-fungsi tersebut mencakup fungsi perawatan, sosialisasi pada anak, dukungan emosi dan materi, juga pemenuhan peran-peran tertentu.
- Pengertian
Keluarga secara Transaksional: Defenisi ini memfokuskan pada bagaimana
keluarga melaksanakan fungsinya. Keluarga didefenisikan sebagai kelompok
yang mengembangkan keintiman melalui perilaku-perilaku yang memunculkan
rasa identitas sebagai keluarga (family identity), berupa ikatan emosi,
pengalaman historis, maupun cita-cita masa depan.
Pengertian
lainnya tentang definisi keluarga menurut para ahli tentang keluarga :
- Duvall dan Logan ( 1986 ) : Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya, dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, serta sosial dari tiap anggota keluarga.
- Bailon dan Maglaya ( 1978 ) : Keluarga adalah dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan darah, perkawinan, atau adopsi. Mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain, mempunyai peran masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya.
- Departemen Kesehatan RI ( 1988 ) : Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
- Narwoko dan Suyanto, (2004) : Keluarga adalah lembaga sosial dasar dari mana semua lembaga atau pranata sosial lainnya berkembang. Di masyarakat mana pun di dunia, keluarga merupakan kebutuhan manusia yang universal dan menjadi pusat terpenting dari kegiatan dalam kehidupan individu”.
Berdasarkan berbagai definisi yang ada maka dapat disimpulkan bahwa
keluarga adalah Keluarga adalah salah satu kelompok atau
kumpulan manusia yang hidup bersama sebagai satu kesatuan atau unit masyarakat
terkecil dan biasanya selalu ada hubungan darah, ikatan perkawinan atau ikatan
lainnya, tinggal bersama dalam satu rumah yang dipimpin oleh seorang kepala
keluarga dan makan dalam satu periuk.
2.
Individu
Individu berasal dari kata latin,
“individuum” yang artinya tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang
dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata
individu bukan berarti manusia sebagai keseluruhan yang tak dapat dibagi
melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan,
demikian pendapat Dr. A. Lysen.
Individu menurut konsep Sosiologis
berarti manusia yang hidup berdiri sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan
Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi
raga, rasa, rasio, dan rukun.
a. Raga,
merupakan bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara individu
yang satu dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang sama
b. Rasa,
merupakan perasaan manusia yang dapat menangkap objek gerakan dari benda-benda
isi alam semesta atau perasaan yang menyangkut dengan keindahan.
c. Rasio atau
akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangkan diri, mengatasi
segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan alat untuk
mencerna apa yang diterima oleh panca indera.
d. Rukun atau
pergaulan hidup, merupakan bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidup
berdampingan satu sama lain secara harmonis, damai dan saling melengkapi. Rukun
inilah yang dapat membantu manusia untuk membentuk suatu kelompok social yang
sering disebut masyarakat.
Dalam
pandangan psikologi sosial, manusia itu disebut individu bila pola tingkah
lakunya bersifat spesifik dirinya dan bukan lagi mengikuti pola tingkah laku
umum. Ini berarti bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya
memiliki peranan-peranan yang khsa didalam lingkungan sosialnya, meliankan juga
mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Didalam suatu
kerumunan massa manusia cenderung menyingkirkan individualitasnya, karena
tingkah laku yang ditampilkannya hamper identik dengan tingkah laku masa.
Dalam
perkembangannya setiap individu mengalami dan dibebankan berbagai peranan, yang
berasal dari kondisi kebersamaan hidup dengan sesame manusia. Seringakli pula
terdapat konflik dalam diri individu, karena tingkah laku yang khas dirinya
bertentangan dengan peranan yang dituntut masyarakatnya. Namun setiap warga
masyarakat yang namanya individu wajar untuk menyesuaikan tingkah lakunya
sebagai bagian dari perilaku sosial masyarakatnya. Keberhasilan dalam
menyesuaikan diri atau memerankan diri sebagai individu dan sebagai warga
bagian masyarakatnya memberikan konotasi “maang” dalam arti sosial. Artinya
individu tersebut telah dapat menemukan kepribadiannya atau dengan kata lain
proses aktualisasi dirinya sebagai bagian dari lingkungannya telah terbentuk.
3. Masyarakat
Secara umum,
Pengertian masyarakat adalah sekumpulan individu-individu yang hidup bersama.
Istilah masyarakat berasal dari bahasa Arab dengan kata "syaraka".
Syaraka, yang artinya ikut serta (berpartisipasi). Sedangkan dalam
bahasa Inggris, masyarakat disebut dengan "society" yang
pengertiannya adalah interaksi sosial, perubahan sosial, dan rasa kebersamaan.
Untuk mengamati lebih luas mengenai pengertian masyarakat, mari kita mengkaji
beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian masyarakat.
Masyarakat
sering dikelompokkan berdasarkan cara utamanya dalam mencari penghasilan atau
kebutuhan hidup. Beberapa ahli ilmu sosial
mengelompokkan masyarakat sebagai: masyarakat pastoral nomadis, masyarakat
pemburu, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif disebut
juga sebagai masyarakat peradaban. Sebagian pakar beranggapan masyarakat
industri dan post-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari
kelompok masyarakat agrikultural tradisional.
Masyarakat bisa juga diorganisasikan
atas dasar struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar,
suku, terdapat masyarakat band, chiefdom, dan masyarakat negara.
Terdapat
pula berbagai pendapat mengenai definisi masyarakat menurut para ahli sebagai
berikut:
a. J.L. Gillin
dan J.P. Gillin dalam bukunya “Cultural Sociology” mendefinisikan Masyarakat
adalah kelompok manusia yang terbesar yang mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap
dan perasaan persatuan yang sama.
b. M.J.
Herskovits dalam buku “Man and His Works” menjelaskan definisi masyarakat
sebagai kelompok individu yang diorganisasikan yang mengikuti suatu cara hidup
tertentu.
c. Karl Marx,
Pengertian masyarakat adalah suatu sturktur yang mengalami ketegangan
organisasi maupun perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok
yang terpecah secara ekonomi.
d. Max Weber,
Pengertian masyarakat adalah suatu struktur atau aksi yang pada pokoknya
ditentukan oleh harapan dan nilai-nila yang dominan pada warganya.
e. Selo
Soemardjan, Pengertian masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan
menghasilkan kebudayaan.
Maka dari itu disimpulkan bahwa definisi keluarga
adalah sekelompok individu yang memiliki kepentingan bersama dan memiliki
budaya serta lembaga yang khas. Masyarakat juga bisa dipahami sebagai
sekelompok orang yang terorganisasi karena memiliki tujuan bersama.
Karakteristik
1.
Keluarga
Karakteristik keluarga adalah :
a.
Terdiri dari dua atau lebih individu yang diikat oleh
hubungan darah, perkawinan atau adopsi.
b.
Anggota keluarga berinteraksi satu sama lain dan masing-masing
mempunyai peran sosial : suami, istri, anak, kakak dan adik.
c.
Anggota keluarga biasanya hidup bersama atau jika
terpisah mereka tetap memperhatikan satu sama lain.
d.
Mempunyai tujuan menciptakan dan mempertahankan
budaya, meningkatkan perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anggota.
2.
Individu
Nature dan Nurture merupakan istilah yang biasa
digunakan untuk menjelaskan karakteristik - karakteristik individu dalam hal
fisik, mental, dan emosional pada setiap tingkat perkembangan. Nature
(alam, sifat dasar) adalah karakteristik yang dimiliki setiap individu dari
sejak dia kecil. Nurture (pemeliharaan, pengasuhan) adalah karakteristik yang
disebabkan oleh faktor lingkungan yang mempengaruhinya.
Sejauh mana seseorang dilahirkan menjadi seorang individu atau sejauh mana
seseorang dipengaruhi subjek penelitian dan diskusi. Karakteristik yang
berkaitan dengan perkembangan faktor biologis cenderung lebih bersifat tetap,
sedangkan karakteristik yang berkaitan dengan sosial psikologis lebih banyak
dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Mengenai karakteristik individu, ada 3 hal
yang perlu diperhatikan, yaitu:
a. Karakteristik yang berkenaan dengan kemampuan awal (prerequisite skills),
seperti kemampuan intelektual, berpikir, dan hal-hal yang berkaitan dengan aspek
psikomotor.
b. Karakteristik yang berhubungan dengan latar belakang dan status sosio -
kultural.
c. Karakteristik yang berkenaan dengan perbedaan kepribadian, seperti sikap,
perasaan, minat, dan lainnya.
3.
Masyarakat
Karakteristik suatu masyarakat pada umumnya sebagai berikut:
- Manusia yang hidup bersama sekurang-kurangnya terdiri atas dua orang.
- Bergaul dalam waktu cukup lama. Sebagai akibat hidup bersama itu, timbul sistem komunikasi dan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antarmanusia.
- Sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan.
- Merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan karena mereka merasa dirinya terkait satu dengan yang lainnya.
Peranan
Keluarga dan Individu dalam Masyarakat
Peranan Keluarga Terhadap Masyarakat
Keluarga sangat
berperan penting dalam kehidupan bermasyarakat. Keluarga itu sendiri adalah
adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan
beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap
dalam keadaan saling ketergantungan.
Peranan keluarga
menggambarkan seperangkat perilaku antar pribadi, sifat, kegiatan yang
berhubungan dengan pribadi dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan pribadi
dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok
dan masyarakat.Berbagai peranan yang terdapat di dalam keluarga adalah ayah
sebagai suami dari istri dan anak-anak, berperan sebagai pencari nafkah,
pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai
anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari kelompok sosialnya
serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya. Sebagai istri dan ibu dari
anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai
pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok
dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya,
disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam
keluarganya. Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat
perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.
Fungsi yang dijalankan keluarga dalam
masyarakat adalah :
a. Fungsi
Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak
untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.
b. Fungsi
Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi
anggota masyarakat yang baik.
c. Fungsi
Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota
keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
d. Fungsi
Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan
dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi
antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam
menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
e. Fungsi
Agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan
anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang
mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia.
f. Fungsi
Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur
penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan
keluarga.
g. Fungsi
Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam
keluarga, seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman
masing-masing, dan lainnya.
h. Fungsi
Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi
selanjutnya.
i.
Memberikan kasih sayang, perhatian,dan
rasa aman diaantara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota
keluarga.
Berdasarkan
pengertian, peranan, dan fungsi yang telah dijelaskan, maka sebuah keluarga
saling ketergantungan dengan keluarga yang lain dalam hidup bermasyarakat.
Peranan
Individu Terhadap Masyarakat
Setiap individu dalam masyarakat
mempunyai peran (role) dan kedudukan (status) yang berbeda. Peran adalah pola
perilaku yang diharapkan dari seseorang yang mempunyai posisi (status)
tertentu. Sedngkan kedudukan (status) adalah posisi seseorang dalam kelompok.
Mengingat setiap individu mempunyai kepentingan yang beragam, maka setiap
individu mempunyai kepentingan yang beragam, maka setiap individu dapat
berstatus dan berperan di beberapa kelompok sesuai dengan kepentingan itu.
Setiap individu harus berperilaku
atau berperan sesuai dengan kedudukannya agar ia dapat diterima dan diakui
keberadaanya. Karena setiap organisasi mempunyai aturan sendiri, maka sanksi
yang diberikan oleh setiap organisasi kepada anggota yang melanggar pun berbeda
pula. Sanksi ini bertujuan menjaga keutuhan, keseimbangan, kestabilan
kelompoknya sehingga tujuan kelompok dapat tercapai.
Dalam kehidupan sehari – hari,
setiap orang mempunyai peran dan tugas yang berbeda. Tugas seorang Dokter
berbeda dengan guru, petani ,supir atau TNI/POLRI. Tetapi masing-masing saling
membutuhkan, saling bekerja sama untuk mencapi tujuan yang sama yaitu
terpenuhinya kebutuhan dan mencapi kesejahteraan. Dengan demikian peran dan
kedudukan sangat penting untuk menjaga keseimbangan dan integritas social.
Kedudukan atau status seseorang dalam masyarakat ada 2 macam:
- Ascribed status, yaitu kedudukan yang diperoleh tanpa melalui perjuangan atau usaha sendiri. Biasanya diperoleh melalui kelahiran, seperti anak yang bergelar raden, otomatis anaknya juga bergelar raden. Seorang anak menjadi raja karena ayahnya adalh raja. Seorang anak yang berasal dari kasta sudra walaupun ia mempunyai kepintaran dan ketrampilan yang tinggi. Status ini sering pula disebut status yang tertutup, karena setiap orang tidak bisa menjadi anggota secara bebas. Perkawinan biasanya adalah cara untuk masuk ke dalm status ini.
- Achieved status, yaitu kedudukan yang diperoleh melalui usaha atau perjuangan sendiri. Seseorang menjadi direktur sebuah perusahaan karena memang ia rajin dan ulet. Status seseorang menjadi guru karena ia berhasil masuk dan belajar dengan baik di sekolahnya. Status ini bersifat terbuka artinya setiap orang dapat mencapainya atau meraihnya karena kemampuan masing-masing individu dalam beprestasi.
Setiap status dan kedudukan
mempunyai seperangkat symbol atau lambang yang dapat mencerminkan statusnya.
Seperti orang yang berstatus ekonomi tinggi tercermin dari bentuk dan luas
rumah, seorang guru tercermin sikap dan pakainnya, seorang TNI/POLRI dari
kegagahan dan pakaiannya, seseorang dari golongan ningrat akan tampak dari cara
berbicara dan sopan santunnya. Banyak symbol yang dapat mencerminkan status
atau kedudukan seseorang dalam masyarakat.
Dengan demikian status dapat
disebabkan oleh posisinya dalam pekerjaan, pemilikan kekayaan, agama dan faktor
bilogis seperti jenis kelamin.
Masalah-Masalah
yang Terjadi dalam Kehidupan Keluarga, Individu, Masyarakat dan Alternatif
Penanggulangannya
1.
Masalah-Masalah
dalam Keluarga
Semua kalangan selalu memiliki
harapan agar dalam berkeluarga dengan bahagia, tentram, rukun dan solid. Namun
tidak berarti masalah tidak akan datang, berikut adalah contoh masalah yang
terdapat dalam keluarga:
a. Tidak
perhatian satu sama lain dalam keluarga
b. Terlalu
sibuk dengan kegiatan di luar keuarga
c. Sering
terjadi kesalahpahaman
d. Melawan
kepada orang tua
e. Tidak
ada waktu bersama dengan keluarga
f. Tidak
menunjukan kasih sayang layakan keluarga bahagia
g. Kurang
pengawasan dari orang tua
Cara
menanggulangi masalah-masalah dalam kehidupan keluarga, yaitu:
a. Ketahui masalahnya.
Ketahui betul apa masalah keluarga yang sedang anda
alami. Kita harus tahu akar persoalan yang menjadi penyebab masalah itu muncul.
Sebab dengan begitu, Kita akan tahu duduk masalah yang sebenarnya.
b. Jangan larut dalam masalah.
Jangan biarkan kita larut pada masalah. Apalagi jika
sampai kita tak tahu harus berbuat apa. Fokuskan diri kita pada solusi yang
harus diambil.
Bolehlah jika itu merupakan persoalan yang berat, untuk sejenak bersedih atau bahkan menangis agar kita merasa lebih lega. Namun jangan kemudian masalah itu memenjarakan kehidupan kita. kita masih punya hari esok. Masih banyak yang harus kita lakukan dan itu jauh lebih berarti.
Bolehlah jika itu merupakan persoalan yang berat, untuk sejenak bersedih atau bahkan menangis agar kita merasa lebih lega. Namun jangan kemudian masalah itu memenjarakan kehidupan kita. kita masih punya hari esok. Masih banyak yang harus kita lakukan dan itu jauh lebih berarti.
c.
Cari solusi.
Setelah kita tahu apa masalahnya, kemudian coba cari
beberapa alternatif solusi agar masalah tersebut bisa terselesaikan. Dari
beberapa alternatif solusi tersbeut, pikirkan mana solusi yang terbaik yang
bisa kita dahulukan. Dalam mencari solusi ini, tak harus kita lakukan seorang
diri, kita bisa minta saran pada orang lain.
d. Minta bantuan saudara atau teman.
Jika masalah keluarga tersebut tak bisa diselesaikan
sendiri ada baiknya minta bantuan saudara dan teman. Jangan buang waktu untuk
masalah yang tak bisa anda atasi sendiri. Ceritakan bagaimana masalahnya, dan
apa solusi yang akan kita jalankan. Dan mintalah berperan untuk membantu dalam
mengatasi masalah tersebut.
e. Berdoa.
Ya, berdoalah pada-Nya mengenai masalah keluarga yang sedang kita hadapi. Tuhan adalah tempat berlabuh. Kepada-Nya segala urusan dan masalah diserahkan.
Ya, berdoalah pada-Nya mengenai masalah keluarga yang sedang kita hadapi. Tuhan adalah tempat berlabuh. Kepada-Nya segala urusan dan masalah diserahkan.
f. Segera selesaikan masalahnya. Tak baik memperlama-lama masalah.
Jika kita sudah mantap dengan pilihan solusinya, segera ACTION. Ya mungkin ada
kalanya kita harus menunggu waktu yang tepat. kita boleh memilih hal itu asal
tahu kapan waktu itu tiba. Jika sudah tiba, segeralah ACTION agar masalah itu
tak berlarut-larut.
g. Ambil
hikmahnya.
Setiap masalah pasti ada hikmahnya. Tak terkecuali
masalah keluarga. Jadikan itu sebagai bagian dari pembelajaran hidup yang kita
lalui. Itu pasti akan membuat kita lebih tenang dan matang dalam mengarungi
hidup.
2.
Masalah-Masalah
dalam Individu
Banyak ahli mengemukakan pengertian
masalah, ada yang melihat masalah sebagai ketidaksesuaian antara harapan dengan
kenyataan, ada yang melihat sebagai tidak terpenuhinya kebutuhan seseorang, dan
adapula yang mengartikannya sebagai suatu hal yang tidak mengenakan.Prayitno
(1985) mengemukakan bahwa masalah adalah sesuatu yang tidak disukai adanya,
menimbulkan kesulitan bagi diri sendiri dan atau orang lain, ingin atau perlu
dihilangkan.Contoh Masalah-Masalah Individu adalah:
a.
Malas belajar
b.
Mudah dipengaruhi hal negatif oleh orang lain
c.
Mudah stress atau tertekan
d.
Selalu berpikiran negatif pada orang lain
e.
Memiliki rasa tidak sabar
f.
Menunjukan gejala emosi yang kurang wajar
g.
Selalu pesimis dalam melakukan hal baru
Ketika
masalah terus berdatangan tanpa adanya sikap untuk mengatasi maka hal tersebut
akan mempengaruhi kehidupan individu tertentu. Oleh karena itu
kita perlu alternatif penanggulangannya sebagai berikut:
a. Lebih
mendekatkan diri pada Allah
b. Memfokuskan
diri pada tujuan yang jelas
c. Selalu
berusaha berpikir positif pada orang lain
d. Melakukan
hal positif seperti olahraga yoga guna menenangkan diri
e. Lakukan
kegiatan positif diwaktu senggang
f. Merubah
pola pikir seperti selalu optimis dan sabar
3.
Masalah-Masalah
dalam Masyarakat
Menyatukan banyak pikiran, sifat,
kebiasaan, karakter di dalam bermasyarakat tentunya bukan hal yang mudah.
Seringkali terjadi kesalahpahaman, berikut adalah contoh masalah-masalah dalam
bermasyarakat :
a. Kurangnya
berbagi antar sesama
b. Tidak
adanya rasa iba hingga tidak terjadi tolong menolong
c. Pergaulan
bebas dikalangan remaja
d. Kurang
kritis dalam bermasyarakat
e. Berkurangnya
rasa cinta budaya Indonesia
f. Lahirnya
generasi bangsa yang tidak kreatif
g. Bertindak
sesuka hati kepada orang lain
h. Kemiskinan
i.
Generasi muda yang putus sekolah
Pemerintah
selalu berusaha mengatasi berbagai persoalan sosial dengan peran serta tokoh
masyarakat, pengusaha, pemuka agama, tetua adat, dan Iain-Iain. Berbagai cara
yang dapat dilakukan oleh berbagai pihak dalam membantu menanggulangi masalah
sosial antara lain :
a. Menjadi
orang tua asuh bagi anak sekolah yang kurang mampu.
b. Tokoh agama
memberikan penyuluhan tentang keimanan dan moral dalam menghadapi persoalan
sosial.
c. Para
pengusaha dan lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan lain ikut memberikan
beasiswa.
d. Lembaga
Bantuan Hukum (LBH) dan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) membantu dalam berbagai
bidang dimulai dengan penyuluhan sampai bantuan berupa materi.
e. Lembaga-lembaga
dari PBB seperti UNESCO, UNICEF, dan WHO memberikan bantuan kepada pemerintah
Indonesia untuk mengatasi masalah sosial.
f. Para
dermawan yang secara pribadi banyak memberi bantuan kepada masyarakat
sekitarnya berupa materi.
g. Organisasi
pemuda seperti karang taruna yang mendidik dan mengarahkan para remaja putus
sekolah dan pemuda untuk berkarya dan berusaha mengatasi pengangguran.
h. Perguruan
tinggi melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan berbagai penyuluhan.
Selain cara-cara tersebut di atas, pemerintah juga
menggalakkan berbagai program untuk mengatasi masalah sosial antara lain :
a. Pemberian
Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
BOS diberikan kepada siswa-siswa sekolah mulai dari
sekolah dasar sampai tingkat SLTA. Tujuannya untuk meringankan biaya
pendidikan.
b. Pemberian
Bantuan Langsung Tunai (BLT).
BLT diberikan kepada masyarakat miskin yang tidak
berpenghasilan sebagai dana kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
c. Pemberian
Kartu Askes.
Bagi keluarga miskin pemerintah memberikan kartu Askes
untuk berobat ke puskesmas atau rumah sakit yang ditunjuk dengan biaya ringan
atau gratis.
d. Pemberian
Beras Untuk Masyarakat Miskin (Raskin).
Pemberian bantuan pangan dari pemerintah berupa beras
dengan harga yang sangat murah.
e. Pemberian
Sembako.
DAFTAR PUSTAKA