Hidup
pada masa dimana teknologi berkembang dengan pesat. Para ilmuwan baru hadir
menciptakan gebrakan tersendiri seperti menciptakan robot cerdas. Robot, sang
mesin cerdas buatan manusia yang mulai menguasai dunia. Presiden Association
for the Advancement of Artificial Intelligence (AAAI) Eric Hovitz mengatakan
"Sesuatu yang baru telah terjadi dalam lima hingga delapan tahun silam.
Secara sadar maupun tidak, teknologi telah mengubah tradisi dan nilai-nilai
dalam masyarakat," seperti dikutip
dari The New York Times, Senin (27/7/2009) dalam artikel Rachmatunnisa
(2009). Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pembahasan bidang robotik.
Untuk
menanggapi hal ini, diperlukan pengetahuan tantang Artificial Intelligence (AI),
dan peran AI yang kini sudah dapat dirasakan.
Artificial
Intelligence (AI) atau biasa kenal dengan kecerdasan buatan adalah kecerdasan
yang dimiliki mesin / komputer agar mampu melakukan berbagai hal seperti
manusia. Kelebihan yang dimiliki AI adalah dapat mengupdate dan mengupgrade
dirinya sendiri. Pada saat pemrograman robot (mesin) diterapkan dengan
menggunakan AI tentu akan membuat robot (mesin) menjadi lebih cerdas disbanding
robot(mesin) tanpa AI. Sehingga keberadaan robot (mesin) dapat membantu
kegiatan manusia.
Contoh
kehadiran AI adalah Siri yang merupakan teknologi Virtual Personal Assistant (VPA)
dengan memberikan perintah kepada computer melalui suara. Google Now salah satu
teknologi yang serupa dengan Siri. Hal ini dapat pula dikatakan proses
mengupdate diri sendiri dengan mempelajari kesalahan-kesalahan yang terjadi (proses
trial and error). Perusahaan mobil Tesla,
yang hadir dengan kemampuan self driving
untuk meminimalisir kecelakaan.
Seiring
berjalannya waktu dan teknologi yang kian menguasai peradaban dunia, bukan hal
yang mustahil jika suatu saat nanti programmer membuat robot (mesin) lebih
cerdas dari manusia. Saat ini para ilmuwan mulai memberi ultimatum agar manusia
tidak kalah cerdas dengan mesin buatan sendiri. Karena pada dasarnya robot(mesin)
cerdas tidak memiliki pikiran seperti manusia, tidak dapat menjelaskan alasan dari
keputusan yang telah diambil.
Perlu
diketahui para ilmuwan memiliki ketakutan terhadap penyalahgunaan teknologi
akan memungkinkan terjadinya “the loss of human control of computer based
intelligences” atau “hilangnya kendali manusia dalam mengontrol robot
ciptaannya sendiri”. Kehadiran AI juga merupakan salah satu faktor kecemasan
para ilmuwan diluar kecemasan penyalahgunaan teknologi yang manusia lakukan. AI
memegang peran utama dalam kemajuan teknologi, dan dapat membantu manusia dalam
menjalankan kegiatan sehari-hari. Akan tetapi, perlu diketahui keuntungan yang
AI tawarkan akan menjadi boomerang jika user menggunakan dengan salah. Contoh penyalahgunaan
teknologi seperti tindak kejahatan (Cyber Crime) dalam pembobolan bank-bank,
pencurian dan penggunaan akun internet orang lain, membuat audio dan video
palsu pejabat publik terlihat sangat realistis untuk propaganda.dll.
Sumber
: